Ditulis oleh rg066

RRQ Hoshi, tim yang dijuluki "Raja dari Segala Raja" di MPL Indonesia Season 15, akhirnya merasakan kekalahan pertamanya setelah ditaklukkan Bigetron Esports dengan skor telak 2-0 pada Minggu (20/4). Kekalahan ini menghentikan tren positif RRQ yang sebelumnya mendominasi tiga pekan awal kompetisi. Meski sempat mengalahkan rival abadi, EVOS Legends, di Derbi Klasik, performa solid mereka harus terhenti di tangan Bigetron yang tampil lebih agresif dan terkoordinasi.
Analisis Kekalahan RRQ Hoshi
Khezcute, pelatih RRQ Hoshi, menyikapi kekalahan ini dengan tenang. "Perasaan saya biasa saja," ujarnya dalam sesi wawancara pascalaga. Ia mengakui bahwa timnya melakukan beberapa kesalahan krusial, terutama di game pertama di mana mereka terlihat ragu dan tidak maksimal dalam eksekusi strategi. Sementara di game kedua, Bigetron benar-benar unggul dalam hal persiapan dan adaptasi.
"Bigetron bermain sangat baik. Mereka punya banyak pocket strat dan cheese strat yang sulit kami antisipasi," tambah Khezcute. Namun, ia melihat sisi positif dari kekalahan ini—sebagai pengingat agar tim tidak terlalu jemawa (sombong) dan terus berimprovisasi.
Pelajaran untuk Masa Depan
Kekalahan ini menjadi alarm bagi RRQ untuk memperbaiki beberapa aspek, seperti:
1. Adaptasi Strategi – Bigetron menunjukkan bahwa RRQ masih memiliki celah dalam membaca permainan lawan.
2. Mentalitas Tim – Khezcute menekankan pentingnya tetap rendah hati meski sedang dalam tren kemenangan.
3. Eksplorasi Draft Pick – RRQ perlu mempersiapkan lebih banyak variasi hero dan strategi untuk menghadapi tim-tim yang semakin matang.
Meski kalah, RRQ masih bertengger di puncak klasemen MPL ID Season 15. Pekan depan, mereka akan berhadapan dengan Dewa United—kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kekalahan ini hanya batu loncatan menuju performa lebih baik.
Dukung RRQ Hoshi dengan Weekly Diamond Pass! Top up Mobile Legends Kilat Murah sekarang di storediamond.id dan nikmati bonus eksklusif.